Senin, 04 Maret 2024
PENETAPAN HASIL PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN JDIH OLEH KEMENKUM & HAM RI TAHUN 2022 KATEGORI TERTINGGI EKA ACALAPATI : PPU (NILAI 80), BALIKPAPAN (NILAI 79) KUBAR (NILAI 76)     |    
Poktan Karya Usaha Asal Desa Rintik Sukses Panen Bawang Merah Dengan Teknologi Digital Farming

“ Ini adalah salah satu upaya Pemda melalui Dinas Pertanian PPU dalam penyediaan sumber benih bawang merah serta pengendalian inflasi yang ada di kabupaten PPU,” Rosehan Asward.

 

PENAJAM, Teknologi sederhana dalam budidaya bawang merah pada saat musim kemarau sukses jalankan Kelompok Tani (Poktan) Karya Usaha yang ada di Desa Rintik, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

 

 Dengan sistem irigasi digital farming yang di prakarsai oleh Bank Indonesia (BI) ini, petani di wilayah itu mampu panen  bawang merah dengan hasil ubinan hingga 8,335 kg atau sertara 13 ton/ha. Hal ini menunjukan bahwa potensi hasil bawang merah yang di budidayakan melalui teknologi itu berhasil dan tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan maupun  pengelolaan hama penyakit selama proses tanam hingga panen.

 

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Rosehan Asward  kepada Bagian Humas Setkab PPU usai mengikuti panen raya bawang merah bersama Poktan Karya Usaha di Desa ini, Selasa, (21/11/2023).

 

“ Ini adalah salah satu upaya Pemda melalui Dinas Pertanian PPU dalam penyediaan sumber benih bawang merah serta pengendalian inflasi yang ada di kabupaten PPU,” kata Rosehan Asward.

 

Rosehan Asward berharap teknologi ini dapat berkembang dan bisa di adopsi oleh poktan lain di kabupaten PPU sehingga memudahkan budidaya dalam rangka pengembangan khususnya komuditas bawang merah. 

 

Karena menurutnya potensi pengembangan komoditas bawang merah di wilayah PPU khususnya kecamatan Babulu juga masih sangat luas, sehingga teknologi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan petani yang ada.

 

“ Diharapkan teknologi ini dapat terus dikembangkan di PPU untuk meningkatkan produktifitas pertanian kita,” ucapnya.

 

Seperti diketahui, digital farming dimaksud merupakan  integrasi teknologi digital ke dalam pengelolaan tanaman serta proses lain yang terkait dengan budidaya dan pengelolaan sumber daya pangan. 

 

 Integrasi ini mengedepan kan teknologi digital melalui smartphone dalam rangka mengoperasikan sistem pengkabutan pengairan yang bisa di kendalikan dari jarak jauh oleh pemilik lahan yang di integrasikan dengan indikator PH ( Keasaman tanah ) sehingga apabila PH Tanah berada di bawah 5 maka  secara otomatis simtem pengairan pengkabutan secara otomatis akan menyala sendiri.

 

Penyuluh pertanian Lapangan (PPL) mempunyai peran strategis dalam  memfasilitasi setiap proses budidaya tanaman oleh pelaku utama dan pelaku usaha yang tergabung di Poktan di suatu wilayah desa tertentu. Khususnya yang di jadikan wilayah kerja binaan, sehingga di harapkan setiap desa/kelurahan dapat mempunyai komoditas unggulan yang spesifik.

 

“ Balai penyuluhan pertanian kecamatan Babulu melalui PPL diwilayah itu telah  mencoba memfasilitasi teknologi sederhana tersebut dalam budidaya bawang merah pada saat musim kemarau pada Kelompok Tani  Karya Usaha di desa Rintik dengan sistem irigasi digital farming,” beber Rosehan.

Tautan