Sabtu, 22 Juni 2024
PENETAPAN HASIL PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN JDIH OLEH KEMENKUM & HAM RI TAHUN 2022 KATEGORI TERTINGGI EKA ACALAPATI : PPU (NILAI 80), BALIKPAPAN (NILAI 79) KUBAR (NILAI 76)     |    
Tangkal Faham Radikalisme, Polres PPU Gelar Seminar Hadirkan Napiter Bom Bali Satu

PENAJAM PASER UTARA -  Polres Penajam Paser Utara (PPU) bersama Pasukan Amal Soleh (Paskas) kabupaten PPU menggelar Seminar Deradikalisasi dengn tema “Aktualisasi Peran Pemuda dan Masyarakat dalam Menangkal Paham Radikalisme di Indonesia”, Rabu, (5/6/2024) di kantor bupati PPU. 

 

Kegiatan ini diikuti oleh  perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan pelajar SMK/SMA/MA se-kabupaten PPU. Seminar ini juga menghadirkan Narasumber Subsidi Panit 1 Subnit Sosialisasi Unit Idensos Satgas Wilayah Kalimantan Timur Densus 88 AT Polri Iptu Andi Husin dan Puryanto yang merupakan Napiter Bom Bali 1.

 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten PPU Agus Dahlan saat membuka acara ini mengatakan sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan tersebut. 

 

" Peran pemuda sangat diharapkan untuk terlibat didalamnya agar paham radikalisme dapat dihilangkan," ujarnya.

 

Dia juga berharap kedepannya organisasi kemasyarakatan dapat terus melaksanakan kegiatan seperti ini untuk membangun semangat pemuda-pemudi dalam memahami paham radikalisme.

 

"Terima kasih kepada Polres dan Paskas PPU telah menggelar kegiatan ini serta kepada peserta rekan OPD dan para pelajar yang hadir untuk mengikuti kegiatan ini sampai selesai, "ucap Agus Dahlan.

 

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Manusia (SDM) Polres PPU Kompol Muhadi mengucapkan terimakasih kepada Komandan Paskas karena turut serta berkolaborasi dengan Polres PPU, menggelar seminar dalam rangka menangkal intoleransi dan radikalisme.

 

"Masalah intoleransi dan radikalisme adalah masalah kita bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama, permasalahan ini tidak terjadi di luar negeri saja tidak terjadi di Indonesia bahkan daerah kita," ungkap Muhadi.

 

Lanjut Muhadi, bahwa perlu disadari intoleransi dan radikalisme bisa terjadi kepada siapa saja dan dimana saja tanpa memandang suku ras dan agama. 

 

"Melalui kegiatan ini kami memberi pemahaman kepada generasi muda mudi agar selektif membangun pola berpikir agar tidak terpapar dengan paham intoleransi dan radikalisme," terangnya.

 

Dalam kesempatan yang sama Komandan Paskas PPU  Kansip menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Paskas  Gerakan Infak Beras (GIB) PPU dan Polres PPU serta dukungan Pemerintah kabupaten PPU.

 

"Organisasi Paskas GIB PPU berdiri di kabupaten PPU sejak juli tahun 2019 dengan program memberikan makanan berupa beras terbaik kepada 26 pondok pesantren dan 4 panti asuhan se kabupaten PPU. 

 

Lebih lanjut kansip juga menerangkan organisasi paskas bukan hanya kegiatan infak beras namun memiliki banyak kegiatan, seperti  melaksanakan seminar kepemudaan menangkal paham inteleransi dan radikalisme di Indonesia. 

 

"Meski organisasi Paskas baru berjalan 4 tahun di kabupaten PPU namun telah didukung sebagian  OPD, termasuk di empat kecamatan serta kelurahan dan desa, sehingga Paskas GIB PPU dapat menyalurkan 4-5 ton beras setiap bulannya," terang kansip.

 

Pada kesempatan ini Kansip juga mengajak seluruh kalangan serta pelajar dapat bergabung di organisasi Paskas GIB PPU yang mempunyai slogan "jangan bosan untuk berbuat baik".

 

"Terimakasih kepada seluruh masyarakat kabupaten PPU yang telah mendukung dan mensupport kegiatan Paskas PPU, semoga dapat menjadi ladang amal kita diakhirat kelak, "pungkasnya.[]

Penulis: Subur Priono

Tautan