Sabtu, 22 Juni 2024
PENETAPAN HASIL PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN JDIH OLEH KEMENKUM & HAM RI TAHUN 2022 KATEGORI TERTINGGI EKA ACALAPATI : PPU (NILAI 80), BALIKPAPAN (NILAI 79) KUBAR (NILAI 76)     |    
Puncak Hari Hipertensi Sedunia, Pemda PPU Pecahkan Rekor Muri Tensi 1500 Warga

PENAJAM – Dalam rangka Puncak Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2024 yang dilaksanakan serentak se-Kalimantan Timur (Kaltim), pemerintah kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melaksanakan pengukuran tensi secara massal kepada 1500 masyarakat kabupaten PPU, Minggu, (9/6/2024) pagi.

 

“Kegiatan tensi massal hari ini di PPU tercatat sebagai rekor muri karena ada sebanyak 1500 masyarakat PPU turut dalam pemeriksaan kesehatan ini. Kami bersyukur antusias masyarakat untuk ikut melakukan kegiatan tensi bersama ini sangat tinggi karena mereka juga kita berikan berbagai doorprize yang menarik sebagai penyemangat,” kata Makmur Marbun saat menghadiri kegiatan ini di kantor Bupati PPU.

 

Makmur Marbun mengatakan hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang  dapat mengakibatkan berbagai komplikasi penyakit yang membutuhkan penanganan tidak mudah dan tidak murah. Stroke, gagal jantung, gagal ginjal, serta gangguan penglihatan merupakan penyakit yang sering timbul sebagai komplikasi dari Hipertensi, terutama jika tekanan darah tidak terkontrol. 

 

Penyakit hipertensi sambung dia, juga tidak hanya menyerang orang tua saja. Banyak usia muda yang bisa menderita penyakit ini, bahkan tanpa menyadari tanda gejalanya tiba-tiba sudah jatuh pada keadaan komplikasi penyakit yang lebih parah. 

 

" Untuk itu masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin setidaknya satu bulan sekali tanpa harus menunggu timbulnya gejala penyakit yang lebih serius,” ajaknya.

 

Selain melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, tambahnya,  penyakit ini juga dapat dicegah dengan cara menjaga berat badan tetap ideal, beraktivitas fisik/olah raga minimal 30 - 60 menit sehari, mengatur pola makan dengan memperbanyak sayur dan buah serta mengurangi asupan garam, menghindari rokok dan alkohol, istirahat cukup, serta mengelola stres dengan baik.

 

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat PPU untuk mulai peduli dengan kesehatan tubuh masimng-masing. Karena sebagai salah satu penyakit yang selalu berada pada 10 besar penyakit terbanyak di dunia sambung dia, masyatakat harus semakin waspada akan bahaya yang timbul dari penyakit tersebut.

 

“ Sayangilah tubuh kita, jangan sampai produktifitas kita berkurang hanya karena enggan untuk memulainya dari sekarang. Semoga dengan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan menjaga pola hidup sehat, kita dapat terhindar dari penyakit Hipertensi dan komplikasinya yang dapat mengancam jiwa,” ujarnya.

 

Peringatan Hari Hipertensi Sedunia ini juga merupakan momentum yang tepat untuk mengkampanyekan pentingnya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan bahaya Hipertensi dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Hipertensi melalui serangkaian kegiatan seperti sosialisasi/penyuluhan, dan gerakan pengukuran tekanan darah secara rutin.

 

 Dari sisi penyedia layanan, peringatan hari Hipertensi Sedunia 2024 merupakan momentum untuk menguatkan pelayanan kesehatan terutama tata laksana Hipertensi yang sesuai standar, dan pengobatan hipertensi secara teratur dalam upaya mendukung capaian program khususnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

 

Tampak  hadir dalam kegiatan ini se jumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Foorkopimda) kabupaten PPU, jajaran pejabat di lingkup PPU dan ribuan masyarakat Benuo Taka. (Humas6)

Tautan